Skip to main content

Featured

Ciptakan Keasrian Lingkungan Kampung Berseri Astra Pinang dengan Bank Sampah

  Permasalahan sampah semakin hari kian mendesak di banyak negara, termasuk Indonesia. Setiap tahunnya, volume sampah yang dihasilkan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat dan kesadaran yang kurang akan pentingnya pengelolaan sampah. Kondisi ini tidak dapat dipungkiri. Kesadaran masyarakat untuk benar-benar mengurangi masalah sampah masih perlu mendapatkan pembinaan lebih mendalam.  Masalah Sampah di Indonesia Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 64 juta ton sampah setiap tahunnya. Sebagian besar sampah tersebut berasal dari rumah tangga, yang menyumbang lebih dari 60% dari total sampah. Komponen utama dari sampah rumah tangga adalah sisa makanan, kemasan plastik, dan sampah organik lainnya. Namun, peningkatan jumlah sampah ini tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik. Dari total sampah, hanya sekitar 10-15% yang bisa didaur ulang, 60-70% dibuan...

5 Tips Merawat Bayi untuk Pasangan Muda

Konten [Tampil]
Freepik

Bagi pasangan muda, mempunyai buah hati tentu suatu kebahagiaan, bahkan rasanya tak percaya sudah menjadi orang tua, tetapi dibalik kebahagiaan itu terselip juga rasa khawatir karena belum terbiasa dan takut salah penanganan. Padahal semua perlengkapan dan keperluan harian untuk bayi sudah terpenuhi, tetapi karena baru pertama kali memegang langsung bayi, rasa takut itu akan muncul dengan sendirinya. Apakah nantinya saya bisa merawatnya dengan baik? Bukankah merawat dan mengasuh bayi tidak hanya sekedar mengASIhi, tetapi juga melakukan perawatan pada tubuhnya, dan mampu memahami kondisinya dengan baik.
Tubuh mungil yang nantinya akan tumbuh besar dan menggemaskan menjadi tantangan buat orang tua untuk selalu memberikan yang terbaik. Meskipun awalnya takut, tetapi semuanya membutuhkan waktu dan pembelajaran hingga nantinya jadi terbiasa dan tidak merasa canggung lagi. Lalu apa saja yang perlu di cermati dalam merawat bayi?

1. Menjaga Kebersihan

Kondisi kulit bayi masih masih begitu sensitif, sehingga kita sebagai orang tua juga perlu menjaganya sebaik mungkin. Setelah melakukan aktivitas, kita sebaiknya segera membersihkan diri dahulu sebelum mendekati buah hati, seperti mencuci tangan atau mandi dahulu. Orang tua merupakan bagian terdekat maka semuanya bermula dari orang tua terlebih dahulu.

2. Memandikan bayi dengan suhu yang sesuai.

Mandi merupakan hal yang menyenangkan, begitupun dengan bayi. Awalnya dia memang belum memahami rutinitas ini, tetapi lambat laun begitu menikmati bahakan menjadi bagian yang menyenangkan. Kapan sih waktu yang tepat untuk memandikan bayi dan adakah tips tertentu? Baca tips-dan-waktu-mandi-ideal-buat-bayi

3. Mengganti popok 

Bayi, Muda, Senyum, Anak Anak, Gadis
Pixabay
Menjaga kenyamanan bayi dengan memastikan kondisi popoknya menjadi hal penting. Sedikit saja popoknya tidak nyaman, bayi akan memberikan respon dengan tangisannya, untuk minta segera digantikan. Bisa karena basah atau pump. Bayi yang diberikan dengan asupan susu formula umumnya akan pipis lebih sering, begitupun saat kondisi udara dengan dingin.

4. MengASIhi sampai usia 2 tahun.

Pemberian ASI sangat dianjurkan hingga usia 2 tahun. Kandungan nutrisi yang terdapat dalam ASI merupakan yang terbaik dan akan memenuhi asupan nutrisinya hingga usia 6 bulan, kemudian dilanjutkan sampai usia 2 tahun dengan ditambahkan makanan pendamping.

5. Memahami tangis bayi.

Bukan hal yang mudah memahami kondisi bayi. Saat menangis, hal yang biasanya dicek Bunda adalah memastika kondisi popoknya. Saat dirasa kondisi popoknya tidak bermasalah, Bunda akan segera mengangkat buah hati tercinta.  Mengendongnya, mengajak bermain, memgASIhi dan menimangnya hingga tertidur pulas. Nangis bukan hanya menandakan bayi lapar saja, tetapi bisa karena popok yang basah, bosan, sakit, dll. Baca 9-penyebab-bayi-menangis-dan
Begitu membahagiakannya menjadi orang tua, melihat buah hati tumbuh sehat, ceria dan menggemaskan. Meski begitu orang tua juga perlu memahami bagaimana perawatan yang benar untuk bayi tercinta. Mempelajari perawatan bayi bisa mulai dilakukan sebelum buah hati lahir, melalui media yang mudah didapat, seperti buku, majalah, info online, dll. Step by step langkahnya dapat dicoba secara perlahan.
Namun dibalik rasa bahagia jika terselip rasa berat dan letih, hendaknya bisa dibagikan dengan keluarga, agar kondisi Bunda dan suami tetap terjaga dan tidak stres. Rasa letih itu tentu ada, karena kondisi Bunda masih dalam masa pemulihan juga. Namun, bila kondisi keluarga tidak memungkinkan atau jaraknya cukup jauh, maka adanya rasa saling berbagi dan memahami antara Bunda dan suami akan membuat segalanya mudah teratasi.
Tidak bermuram durja ataupun mengurung diri karena letih dan bosan, tetapi mau sharing dan mencari solusi bersama. Karena memendam rasa yang perih akan membuat kondisi Bunda ataupun suami menjadi tambah letih, banyak energi yang terkuras hingga berpengaruh juga saat memberikan respon pada bayi. Akhirnya rasa berat yang dirasa saat awal menjadi ringan dan senyumpun akan berkembang kembali.

Salam bahagia.

Comments

Han said…
Yang paling susah gimana cara memahami tangisnya 😂
Asih Mufisya said…
Untuk mastiin, kita perlu cek dulu kondisi bayinya. Jadi tidak hanya mereka saja.
Yoharisna said…
Info keren mbak.. tq
Asih Mufisya said…
Terima kasih sudah berkunjung Mbak.
Wah mantap, tapi saya merasa kesulitan pada saat bayi nangis dan kita gak tau apa-apa yang dirasakan nya. Terima kasih atas tips nya mbak👏 bener kata kak jihan, sulit memahami tangisnya.